Matematika dan Kehidupan

Salam Sobat Matematika!
Ketemu lagi nih . Gimana kabar pacar kalian?. Yang jomblo pasti males ngejawab nih....

Gaes, ternyata dalam kehidupan sehari-hari kita tanpa disadari hampir semua orang selalu belajar matematika, tidak hanya di sekolah tetapi semua lapisan masyarakat menerapkan ilmu-ilmu matematika, baik itu buruh bangunan, pedagang di pasar, ibu rumah tangga, pekerja atau karyawan-karyawan, bahkan anak-anak yang belum sekolah sekalipun menerapkan yang namanya matematika. Gak percaya?
Hampir semua kegiatan sehari-hari di masyarakat selalu berkaitan dengan ilmu matematika. Ayoook kita telusuri lebih dalam mengenai penggunaan ilmu matematika dalam kehidupan kita!

1. Penggunaan Baris & Deret
Misalnya untuk pelajaran barisan dan deret, selalu (tiap hari) hampir semua penjual atau pedagang di pasar menyusun barang dagangan mereka memakai aturan barisan dan deret matematika. Contoh nih pedagang buah.
Misal buah apel, tanpa sengaja (disadari) si pedagang buah menerapkan pola barisan. Pertama, apelnya disusun 6 buah, kemudian diatasnya 5 buah, berikutnya lagi 4 buah, berikutnya 3 buah, berikutnya 2 buah dan terakhr satu buah. Ini adalah contoh kecil penggunaan barisan dan deret matematika. Tetapi si pedagang tersebut tidak menyadarinya, kalo mereka ini sedang menerapkan pelajaran matematika ”barisan dan deret matematika”.
Begitu pula ketika di stadion, bioskop, atau gedung-gedung pertemuan.

Ada yang menyusun kursi / bangku penonton menggunakan aturan "barisan dan deret matematika”. Misalnya saja di baris pertama ada 3 kursi, baris kedua ada 5 kursi, baris ketiga ada 7 kursi, dan seterusnya bertambah 2 kursi untuk baris selanjutnya.
Hmmmm, kira-kira ada contoh lain gak? Hayoooo di-share ke mimin dong...

2. Penggunaan Aritmetika Sosial
Di sisi lain, ketika para pedagang ini pulang dari pasar dan nyampe di rumah, mereka menghitung hasil penjualan untuk hari itu, apakah ia untung atau rugi, kembali modal atau tidak. Lagi lagi para pedagang ini menerapkan ilmu matematika yaitu “Aritmetika sosial”  hanya saja cara hitung mereka lain dari yang dipelajari oleh anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Karena kebanyakan mereka ini (mohon maaf) barangkali ada yang tidak sekolah, yang pentig mereka tau modalnya sekian rupiah lakunya sekian rupiah sisa dari modalnya itu mereka anggap untungnya. Tetapi kalau ditanyakan berapa persen untung ruginya, sebagian pedagang mungkin akan tahu, & sebagian lainnya (mungkin) tidak tau karena para pedagang ini tidak secara langsung belajar disekolah..

Atau si Amin yang disuruh orangtuanya membeli permen di kios meskipun anak ini belum sekolah atau belum mempelajari amtematika, tetapi anak ini sudah tau bahwa permen harga sekian rupiah, dikasi uang sekian rupiah kembalinya sekian rupiah.

3. Penerapan Bangun Datar
Dalam kehidupan sehari- hari di masyarakat banyak dijumpai yang berkaitan dengan pelajaran bangun-bangun datar

Sebagai contoh, ada anak- anak sedang bermain layangan, rangka layang layang anak-anak ini berbentuk bangun datar yang biasa dipelajari di sekolah. Tetapi anak-anak ini tidak sadar kalau mereka sedang menerapkan ilmu matematika, atau sedang membuat sebuah alat praga yang biasa digunakan oleh bapak ibu guru di sekolah pada saat mengajar matematika, atau pembuatan papan nama pada sebuah perkantoran atau instansi / perusahaan lain. Mereka ini juga tanpa menyadari sedang membuat bangun bangun datar dalam pembelajaran matematika.
Ada juga para tukang bangunan yang sedang membangun rumah, ia memasang tegel rumah yang dibangunnya. Tanpa disadari, tegel itu kan bentuknya persegi (umumnya) atau persegi panjang, ia pun telah belajar mengenai bangun datar.  Begitu pula cara memasang (ngepasin supaya tegel satu dengan yang lainnya bener2 berkaitan dan kokoh), si tukang ini tentu bisa melakukan pengukuran-pengukuran..

4.Bangun Ruang
Bangun-bangun ruang banyak sekali dijumpai dalam kehidupan kita, hanya banyak diantara kita (masyarakat) tidak menyadarinya. Kita ambil contoh, seorang buruh bangunan sedang membuat bak mandi dengan panjang 3 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1 meter. Buruh bangunan tersebut sedang menyelesaikan pekerjaannya dan juga sedang belajar matematika, hanya buruh tersebut tidak menghitung volume (isi) bak tersebut. Masih banyak pekerjaan sehari-hari yang masih berhubungan dengan kegiatan pembelajaran matematika.

5. Statistika & Peluang
Dalam materi pelajaran “statistik dan peluang” pun, banyak sekali penggunaannya dalam kehidupan. Misalnya nih anak-anak yang sedang bermain monopoli, ular tangga, atau permainan lainnya yang menggunakan dadu. Anak-anak ini sebenarnya sedang menerapkan “statistik & peluang” matematika , yakni menentukan peluang munculnya mata dadu.
Ada lagi contoh misalnya saja seorang guru yang sedang mengabsen siswanya, atau membuat daftar nilai dalam bentuk tabel, mendata siswa, dan lain sebagainya.....


Dari beberapa contoh di atas, saya  berkesimpulan bahwa: “ matematika merupakan ilmu yang pasti, dan tidak jauh dari apa yang kita kerjakan dalam kehidupan manusia. Begitu pun sebaliknya kehidupan manusia tidak akan lepas dari matematika”…

Belajar Hidup = Belajar Matematika!

Salam Matemasiswa,


Posting Komentar

0 Komentar